Minggu, 27 Juni 2010

Pentingnya Pendidikan lingkungan bagi anak sekolah.

Kalau kita pergi ke sekolah-sekolah, mulai dari SD sampai universitas, kita terus melihat pemandangan sampah yang dibuang sembarangan dimana-mana. Saya merasa anak-anak sekolah kita benar-benar tidak sadar bahwa membuang sampah dapat berakibat fatal pada lingkungan. Apalagi di Samarinda, kita selalu berpikir akan ada tukang pulung atau tukang sampah yang akan membersihkan sampah kita. Padahal jauh-jauh kita protes soal banjir, kita sendiri membuang sampah sembarangan.

Itu baru sampah. Bagaimana dengan hal-hal yang lain seperti asap kendaran bermotor, makanan yang dibuang percuma, pembelian barang-barang konsumtif yang tidak perlu, dan lainnya.

Kita harus bisa memulai mengajarkan arti lingkungan pada setiap anak mulai dari kecil. Akan tetapi sekolah serta guru-guru pun harus ikut mendukung. Bagaimana mau mengajarkan lingkungan kalau sekolah itu juga gersang, tidak ada pohon sama sekali. Paling tidak banyak sekali yang bisa kita ajarkan ke anak sekolah. Mulai dari pelajaran bercocok tanam di petak kecil saja dengan tanaman yang mudah tumbuh agar anak-anak pun bersemangat. Lalu bisa membuat kompos dari daun-daun pohon berserakan serta sisa makanan, lalu menganjurkan anak-anak agar memakai kendaraan umum atau berjalan kaki dan bersepeda ke sekolah.

Semua langkah ini kita terapkan karena lebih mudah merubah anak-anak dibandingkan orang dewasa. Anak-anak pun kalau sudah terbiasa sejak kecil maka kebiasaan tersebut bisa dibawa hingga dewasa dan ditularkan ke banyak orang. Dari semua ini, mudah-mudahan sedikit demi sedikit kita bisa memiliki masyarakat yang cinta dan peduli akan lingkungan.

Alam sebagai sumber kehidupan manusia, menyimpan di dalamnya kearipan yang tidak pernah habis untuk dipelajari sepanjang manusia hidup. Sayangnya, lingkungan dimana kita tinggal selama ini hanya dijadikan objek eksploitasi oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupya. Kerusakan alam dan lingkungan lebih disebabkan oleh keserakahan manusia yang selalu berpikir nilai ekonomi dibanding memikirkan dampak yang diakibatkannya.

Pendidikan lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam meraih keberhasilan dalam pengelolaan lingkungan hidup, juga menjadi sarana yang sangat penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang dapat melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan. lbarat sebuah pelita dalam kegelapan malam, pendidikan lingkungan hadir sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian akan lingkungan. Pendidikan lingkungan tidak akan merubah situasi dan kondisi yang telah rusak menjadi baik dalam waktu sekejap, melainkan membutuhkan waktu, proses dan sumber daya.

Mengenalkan alam dan lingkungan, mengajarkan apa yang ada di dalamnya, mendidik siswa untuk mencintai dan menanamkan kesadaran untuk menjadi manusia yang bertanggungjawab terhadap alam dan lingkungannya merupakan proses yang harus ditempuh secara bertahap dalam Pendidikan Lingkungan. Strategi dan metode pembelajarannya sangat tergantung pada kebutuhan siswa dan karakeristik alam dan lingkungan dimana sekolah berada.

Belajar di alam (Out bond) bagi siswa sekolah merupakan kegiatan pembelajaran yang mendekatkan siswa terhadap alam dan lingkungan. Kalau dilakukan sejak dini, bermain di alam ini merupakan pengalaman langsung yang akan terinternalisasi dan membentuk pribadi yang cinta terhadap lingkungan

Melakukan pembelajaran di alam, tentunya tidak selalu harus mahal dengan mengunjungi tempat-tempat wisata alam, karena alam dan lingkungan di mana siswa didik berada adalah juga media pembelajaran. Misalnya, dimulai dengan lingkungan rumah dan sekolah, siswa dapat ditunjukkan berbagai masalah lingkungan serta bagaimana seharusnya mereka tinggal dan memelihara lingkungannya. Yang paling sederhana tentunya menanamkan pentingnya kebersihan dan penataan lingkungan baik rumah maupun sekolah menjadi tempat yang menyenangkan buat mereka. Untuk anak usia TK dan SD, minimal mereka diajarkan bagaimana cara membuang sampah sehingga tertanam suatu kebiasaan sampai dewasa tentang begitu pentingnya memelihara lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Demikian pula halnya implementasi pendidikan lingkungan bagi siswa di kelas lanjutan, disesuaikan dengan usia perkembangan, pendidikan lingkungan dapat dikembangkan dengan pengenalan dan pemahaman terhadap berbagai persoalan lingkungan dalam skala yang lebih besar.

Pendidikan lingkungan sebagai pendidikan untuk menumbuhkan sikap baru terhadap komponen bumi seperti air, udara, hewan dan tumbuhan, menuntut pemikiran yang lain dan menyeluruh. Banyak aspek yang terintegrasi dalam pendidikan lingkungan, di mana anak diajak belajar dengan alam sebagai sumber sekaligus media belajarnya.

Pada akhirnya, Pendidikan lingkungan merupakan pendidikan yang membelajarkan siswa didik pada kearipan alam dan lingkungan. Kreativitas, strategi dan metode pembelajarannya harus senantiasa dikembangkan berdasarkan kebutuhan perkembangan siswa didik serta kondisi alam dan lingkungan di mana siswa berada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar